NPP : 1702162F0000001

libiaincurup, Kamis 23 Juli 2026 – Komitmen UPT Perpustakaan IAIN Curup dalam mendukung peningkatan budaya literasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia kembali diwujudkan melalui keikutsertaan pustakawannya sebagai narasumber pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi yang diselenggarakan oleh Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Rejang Lebong pada Kamis, 23 Juli 2026.
Pada kegiatan tersebut, Dr. Jurianto, S.Pd.I., M.Hum., selaku Pustakawan UPT Perpustakaan IAIN Curup, dipercaya untuk menyampaikan materi yang relevan dengan perkembangan dunia informasi dan transformasi digital. Kehadiran beliau sebagai narasumber menjadi bentuk kontribusi nyata UPT Perpustakaan IAIN Curup dalam mendukung penguatan literasi masyarakat sekaligus mempererat sinergi antara perpustakaan perguruan tinggi dengan perpustakaan daerah.
Dalam paparannya, Dr. Jurianto menyampaikan empat materi utama yang menjadi fondasi penting bagi masyarakat di era digital, yaitu Literasi Informasi, Kebutuhan Informasi, Artificial Intelligence (AI), dan Literasi Digital. Keempat materi tersebut dirancang untuk memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai cara memperoleh, mengevaluasi, mengelola, serta memanfaatkan informasi secara efektif, kritis, dan bertanggung jawab.
Mengawali penyampaian materi, Dr. Jurianto menjelaskan bahwa literasi informasi merupakan kemampuan yang harus dimiliki setiap individu agar mampu mengenali kebutuhan informasi, menemukan sumber informasi yang kredibel, mengevaluasi kebenaran informasi, serta menggunakan informasi tersebut secara etis. Menurut beliau, kemampuan literasi informasi tidak lagi menjadi kebutuhan akademik semata, melainkan telah menjadi keterampilan hidup yang sangat penting di tengah derasnya arus informasi digital.
Beliau juga menekankan bahwa masyarakat saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan berupa banjir informasi (information overload), maraknya penyebaran hoaks, disinformasi, hingga konten-konten yang belum tentu memiliki dasar ilmiah yang kuat. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kritis dalam menyeleksi dan memverifikasi informasi menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari literasi informasi.
Pada sesi berikutnya mengenai kebutuhan informasi, Dr. Jurianto menjelaskan bahwa setiap individu memiliki kebutuhan informasi yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang pendidikan, pekerjaan, usia, maupun tujuan yang ingin dicapai. Pemahaman terhadap kebutuhan informasi menjadi langkah awal dalam proses pencarian informasi yang efektif.
Beliau memaparkan bahwa seseorang yang mampu mengidentifikasi kebutuhan informasinya dengan baik akan lebih mudah menentukan sumber informasi yang tepat, baik melalui koleksi perpustakaan, jurnal ilmiah, buku elektronik, repositori institusi, maupun berbagai sumber digital terpercaya lainnya. Dalam konteks ini, perpustakaan memiliki peran strategis sebagai pusat penyedia informasi yang akurat, berkualitas, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Materi selanjutnya membahas mengenai Artificial Intelligence (AI) yang saat ini berkembang sangat pesat dan mulai dimanfaatkan di berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan dan perpustakaan. Dr. Jurianto menjelaskan bahwa AI memberikan berbagai peluang untuk meningkatkan efisiensi dalam pencarian informasi, pengolahan data, penyusunan konten, hingga pelayanan perpustakaan yang lebih modern dan responsif.
Meskipun demikian, beliau mengingatkan bahwa penggunaan AI harus dilakukan secara bijaksana dan bertanggung jawab. Hasil yang diberikan oleh AI tetap perlu diverifikasi melalui sumber-sumber yang kredibel sehingga tidak menimbulkan kesalahan informasi. AI diposisikan sebagai alat bantu yang mendukung proses belajar dan bekerja, bukan sebagai pengganti kemampuan berpikir kritis, kreativitas, maupun integritas akademik.
Tidak kalah penting, Dr. Jurianto juga mengangkat tema Literasi Digital sebagai kompetensi yang wajib dimiliki masyarakat pada era transformasi digital. Literasi digital tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat teknologi, tetapi juga mencakup kemampuan memahami etika bermedia digital, menjaga keamanan data pribadi, berkomunikasi secara santun di ruang digital, serta mampu menciptakan konten yang positif dan bermanfaat.
Beliau mengajak seluruh peserta untuk menjadi pengguna teknologi yang cerdas dengan selalu mengedepankan etika, tanggung jawab, serta sikap kritis dalam menerima maupun menyebarluaskan informasi. Menurutnya, masyarakat yang memiliki literasi digital yang baik akan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran, inovasi, dan peningkatan kualitas hidup.
Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai pertanyaan dan diskusi berkembang mengenai pemanfaatan AI dalam kehidupan sehari-hari, strategi meningkatkan kemampuan literasi informasi, hingga cara menghadapi tantangan penyebaran informasi palsu di media digital. Suasana diskusi berlangsung interaktif dan memberikan ruang bagi peserta untuk berbagi pengalaman serta memperoleh wawasan baru.
Keikutsertaan Dr. Jurianto sebagai narasumber dalam kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian dan kontribusi akademik UPT Perpustakaan IAIN Curup kepada masyarakat. Melalui kegiatan semacam ini, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai penyedia koleksi informasi, tetapi juga sebagai pusat edukasi yang aktif dalam meningkatkan kualitas literasi masyarakat.
UPT Perpustakaan IAIN Curup menyampaikan apresiasi kepada Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Rejang Lebong atas kepercayaan yang diberikan kepada pustakawan IAIN Curup sebagai narasumber. Diharapkan sinergi yang telah terjalin dapat terus diperkuat melalui berbagai program kolaboratif dalam rangka meningkatkan budaya literasi, memperluas akses informasi, serta mempersiapkan masyarakat yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan transformasi digital.
Melalui kegiatan ini, UPT Perpustakaan IAIN Curup kembali menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam mendukung pengembangan literasi informasi, literasi digital, serta pemanfaatan teknologi secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab demi terwujudnya masyarakat yang berpengetahuan, kritis, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

